Friday, January 11, 2008

our body in our foot

7 Faktor Kehancuran Keluarga

7 Faktor Kehancuran Keluarga
---------------------------------

Di dalam rumah tangga selalu memiliki rintangan dan penyebab
kehancuran, dalam pandangan Psikofitrah ada 7 penyebab kehancuran
keluarga. Kehancuran keluarga ditengah masyarakat berarti juga
kehancuran satu bangsa sebab keluarga adalah cermin dari satu bangsa.

1. Akidah yang keliru atau sesat, misalnya mempercayai kekuatan dukun,
magic dan sebangsanya. Bimbingan dukun dan sebangsanya bukan saja
membuat langkah hidup tidak rationil, tetapi juga bisa menyesatkan
pada bencana yang fatal.

2. Makanan yang tidak halalan thayyiba. Menurut hadis Nabi, sepotong
daging dalam tubuh manusia yang berasal dari makanan haram, cenderung
mendorong pada perbuatan yang haram juga (qith`at al lahmi min al
haram ahaqqu ila an nar). Semakna dengan makanan, juga rumah, mobil,
pakaian dan lain-lainnya.

3. Kemewahan. Menurut al Qur'an, kehancuran suatu bangsa dimulai
dengan kecenderungan hidup mewah, mutrafin (Q/17:16), sebaliknya
kesederhanaan akan menjadi benteng kebenaran. Keluarga yang memiliki
pola hidup mewah mudah terjerumus pada keserakahan dan perilaku
manyimpang yang ujungnya menghancurkan keindahan hidup berkeluarga.

4. Pergaulan yang tidak terjaga kesopanannya (dapat mendatangkan WIL
dan PIL). Oleh karena itu suami atau isteri harus menjauhi "berduaan"
dengan yang bukan muhrim, sebab meskipun pada mulanya tidak ada maksud
apa-apa atau bahkan bermaksud baik, tetapi suasana psikologis
"berduaan" akan dapat menggiring pada perselingkuhan.

5. Kebodohan. Kebodohan ada yang bersifat matematis, logis dan ada
juga kebodohan sosial. Pertimbangan hidup tidak selamanya matematis
dan logis, tetapi juga ada pertimbangan logika sosial dan matematika
sosial.

6. Akhlak yang rendah. Akhlak adalah keadaan batin yang menjadi
penggerak tingkah laku. Orang yang kualitas batinnya rendah mudah
terjerumus pada perilaku rendah yang sangat merugikan.

7. Jauh dari agama. Agama dalah tuntunan hidup. Orang yang mematuhi
agama meski tidak pandai, dijamin perjalanan hidupnya tidak menyimpang
terlalu jauh dari rel kebenaran. Orang yang jauh dari agama mudah
tertipu oleh sesuatu yang seakan-akan "menjanjikan" padahal palsu.

Wassalam,

Pintu Jannah yang Paling Tengah

Pintu Jannah yang Paling Tengah
-----------------------------------

Ketika ibu dari Iyas bin Muawiyah wafat, Iyas meneteskan air mata tanpa
meratap (niyahah), lalu beliau ditanya tentang sebab tangisannya, jawabnya,
“Allah bukakan untukku dua pintu masuk jannah, sekarang, satu pintu telah
ditutup.”

Begitulah, orangtua adalah pintu jannah, bahkan pintu yang paling tengah di
antara pintu-pintu yang lain. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

“Orangtua adalah pintu jannah yang paling tengah, terserah kamu, hendak kamu
terlantarkan ia, atau kamu hendak menjaganya.” (HR Tirmidzi)
Al-Qadhi berkata, “ Maksud pintu jannah yang paling tengah adalah pintu yang
paling bagus dan paling tinggi. Dengan kata lain, sebaik-baik sarana yang
bisa mengantarkan seseorang ke dalam jannah dan meraih derajat yang tinggi
adalah dengan mentaati orangtua dan menjaganya.”

Bersyukurlah jika kita masih memiliki orangtua, karena di depan kita ada
pintu jannah yang lebar menganga. Terlebih bila orangtua telah berusia
lanjut. Dalam kondisi tak berdaya, atau mungkin sudah pelupa, pikun atau tak
mampu lagi merawat dan menjaga dirinya sendiri, persis seperti bayi yang
baru lahir.

Rata-rata manusia begitu antusias dan bersuka cita tatkala memandikan
bayinya, mencebokinya dan merawatnya dengan wajah ceria. Berbeda halnya
dengan sikapnya terhadap orangtuanya yang kembali menjadi seperti bayi. Rasa
malas, bosan dan kadang kesal seringkali terungkap dalam kata dan perilaku.
Mengapa? Mungkin karena ia hanya berorientasi kepada dunia, si bayi bisa
diharapkan nantinya produktif, sedangkan orang yang tua renta, tak lagi
diharapkan kontribusinya. Andai saja kita berorientasi akhirat, sungguh kita
akan memperlakukan orangtua kita yang tua renta dengan baik, karena hasil
yang kita panen lebih banyak dan lebih kekal.

Sungguh terlalu, orang yang mendapatkan orangtuanya berusia lanjut, tapi ia
tidak masuk jannah, padahal kesempatan begitu mudah baginya. Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

“Sungguh celaka... sungguh celaka… sungguh celaka..”, lalu dikatakan,
“Siapakah itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Yakni orang yang
mendapatkan salah satu orangtuanya, atau kedua orangtuanya berusia lanjut,
namun ia tidak masuk jannah.” (HR Muslim)

Ia tidak masuk jannah karena tak berbakti, tidak mentaati perintahnya, tidak
berusaha membuat senang hatinya, tidak meringankan kesusahannya, tidak
menjaga kata-katanya, dan tidak merawatnya saat mereka tak lagi mampu hidup
mandiri. Saatnya kita berkaca diri, sudahkah layak kita disebut sebagai anak
berbakti?

ganti itu dari Allah...

Ganti Itu Dari Allah
-----------------------

Allah tidak pernah mencabut sesuatu dari anda kecuali Dia menggantinya dengan yang lebih baik. Tetapi, itu bila anda bersabar dan tetap ridha dengan segala ketetapanNya.

Barangsiapa Kuambil dua kekasihnya (matanya) tetap bersabar maka Aku akan mengganti kedua (mata)nya dengan surga (Al Hadist)

Barangsiapa Kuambil orang yang dicintainya didunia tetap mengharapkan ridhaKu niscaya Aku akan menggantinya dengan surga (Al Hadist)

Yakni, barangsiapa kehilangan anaknya tetap berusaha untuk bersabar maka di alam keabadian kelak akan dibangunkan untuknya sebuah Baitul Hamd (Istana Pujian).

Maka Anda tak usah terlalu bersedih dengan musibah yang menimpa Anda sebab yang menentukan semua itu memiliki surga, balasan, pengganti dan ganjaran yang besar.

Para Waliyullah yang pernah tertimpa musibah, ujian dan cobaan akan mendapatkan penghormatan di yang agung di surga Firdaus.

Itu tersirat dalam firmanNya. Selamat atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (QS Ar Rad 24)

Betapapun kita selalu harus melihat dan yakin bahwa dibalik musibah terdapat ganti dan balasan dari Allah yang akan selalu berujung pada kebaikan kita. Dengan begitu kita akan termasuk,

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang orang yang mendpata petunjuk. (QS Al Baqarah 157)

Ini merupakan ucapan selamat bagi orang orang yang mendapat musibah dan kabar gembira bagi orang-orang yang mendapat bencana. Umur dunia ini sangat pendek dan gudang kenikmatannya pun sangat miskin. Adapun akhirat lebih baik dan kekal. Sehingga barangsiapa di dunia mendapat musibah ia akan mendapat kesenangan di akhirat kelak dan barangsiapa hidup sengsara didunia ia akan hidup bahagia di akhirat.

Lain halnya dengan mereka yang memang lebih mencintai dunia hanya mendambakan kenikmatan dunia saja dan lebih senang pada keindahan dunia. Hati mereka akan selalu gundah gulana, cemas tidak mendapatkan kenikmatan dunia dan takut tidak nyaman hidupnya di dunia. Mereka ini hanya mengingnkan kenikmatan dunia saja sehingga mereka selalu memandang musibah sebagai petaka besar yang mematikan.

Mereka juga akan memandang cobaan sebagai sesuatu yang gelap gulita selamanya. Ini adalah karena mereka selalu memandang kearah bawah telapak kakinya dan hanya mengagunggakn dunia yang sangat fana dan tidak berharga ini.

Wahai orang-orang yang tertimpa musibah, sesungguhnya tak ada sesuatu pun yang hilang dari kalian. Kalian justru beruntung karena Allah selalu menurunkan sesuatu kepada para hamba hamba nya dengan “surat ketetapan” yang disela sela huruf kalimatnya terdapat suatu kelembutan, empati, pahala, ada balasan dan juga pilihan.

Maka dari itu, siapa saja yang tertimpa musibah yang hebat, ia harus menghadapinya dengan sabar, mata jernih dan pola pikir yang panjang. Dengan begitu ia akan menyaksikan bahwa buah manis dari musibah itu adalah Lalu diadakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu. Disebelah dalamnya ada rahmat dan disebelah luarnya dari situ ada siksa (QS Al Hadid 13)

Dan sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik lebih abadi lebih utama dan lebih mulia.

Dikutip dari buku : La Tahzan (Jangan Bersedih) karya DR Aidh Al-Qarni p. 23-24

[Mata adalah penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Mata memiliki kenikmatan pandangan dan hati memiliki kenikmatan pencapaian. Keduanya merupakan sekutu yang mesra dalam setiap tindakan dan amal perbuatan manusia, dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain]

si Burung Elang...

Si Burung Elang...

Semua orang tahu bahwa elang adalah burung yang mampu terbang paling tinggi
di dunia ini. Elang bahkan membuat sarang di ketinggian. Padahal semua tahu
bahwa di ketinggian, angin selalu bertiup sangat kencang.

Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia.
Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu
seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya
yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi
panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi
sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat
menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan:
Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat
menyakitkan --- suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas
puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang , berhenti dan
tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh
tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu
tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut
satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan
mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan
menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh.
Elang mulai dapat terbang kembali. Kutipan di atas saya dapat dari Hendry
Risjawan di www.wikimu.com.

Elang selama ini menjadi icon bagi banyak motivator trainer untuk
menunjukkan bahwa seseorang perlu memotivasi diri untuk terus terbang ke
atas semakin tinggi hingga sampai di atap dunia. Bahkan ada novel kecil
dengan judul "Jonathan Livingstone Seagull", tentang seekor Camar yang
berusaha untuk terbang lebih tinggi seperti elang.

Ternyata elang tidak mendapatkan semua itu secara serta merta. Bahkan secara
genetis saja elang tidak mendapatkan kemudahan untuk terbang tinggi. Benar
bahwa bentuk tubuh, rentang sayap dan kekuatan kepak dan bulu-bulu sayap
memang memungkinkan elang untuk terbang tinggi. Tetapi kemampuan terbang
tinggi itu tidak mudah untuk dipertahankan.

Hanya saja, elang tidak melakukan pilihan. Elang melakukan begitu saja tanpa
berfikir. Semua proses 150 hari tersebut dilakukan tanpa pernah
menimbang-nimbang apakah akan terasa menyakitkan. Bagaimana dia mengumpulkan
makanan agar tetap memiliki energi selama proses transformasi, tidak pernah
dia fikirkan. Semua dijalankan sebagai sebuah keharusan hidup.

Sebagai manusia kita memang memiliki kebebasan untuk memilih. Namun
sayangnya ada zona kenyamanan yang seringkali membatasi pilihan-pilihan
hidup kita. Tetapi benarkah kita lebih menyukai kenyamanan kekinian
dibandingkan kenyamanan lain.

Kenyamanan lain? Ya, ada beberapa hal yang selama ini kita tidak miliki dan
sangat ingin kita miliki, tetapi itu berarti kita harus mengubah sesuatu.
Cara hidup kita selama ini perlu kita ubah bila kita ingin mendapatkan
sesuatu.

Analoginya sangat mudah, ketika Anda ingin pergi ke suatu tempat padahal
Anda tidak sedang berada di tempat itu, maka Anda harus bergerak pindah
tempat. Bukankah itu berarti tempat Anda berdiri berubah. Maka, ketika Anda
memang tidak ingin pergi kemana-mana, Anda memang tidak perlu berubah.
Ketika Anda tidak ingin mendapatkan sesuatu, Anda memang tidak perlu
berubah. Tidak perlu keluar dari zona kenyamanan Anda.

Zona yang Anda tuju justru bisa saja lebih nyaman, namun sayang sekali,
antara zona kenyamanan yang sekarang dengan zona kenyamanan yang Anda tuju
berjarak dan melewati zona tidak-nyaman. Lihatlah ada 150 hari penuh zona
tidak-nyaman bagi elang.

Ada kabar baik, ada kabar buruk di atas tadi. Semua sekarang tergantung
pilihan Anda. Anda toh bukan elang yang tidak bisa memilih…

" UBAHLAH APA YANG MASIH BISA DIUBAH. TERIMALAH APA YANG MEMANG SUDAH TIDAK BISA DIRUBAH.
HINDARKAN DIRI DARI HAL-HAL YANG BERPOTENSI MENDATANGKAN

PERUBAHAN BURUK"

Sumber: email sahabat

fRee HotSpot # JakaRta

FYI...

1. Bakmi Keriting Restaurant


Jl. Jend Sudirman
Kav 1 Wisma BNI
46 Jakarta
10220

2. Fashion Cafe

Jl. Jend Sudirman Kav
1Wisma BNI 46 Jakarta
10220

3. Food Court Restaurant

Jl. Jend Sudirman Kav
1Wisma BNI 46 Jakarta
10220

4. Java Bay Cafe

Jl. Jend Sudirman
Kav 1 Wisma BNI
46 Jakarta
10220

5. Mall - Plaza Senayan

Jl. Asia Afrika 8 Plaza Senayan Jakarta 10270

6. Marche Moven Pick Restaurant

Jl. HR Rasuna Said Kav X-0, Graha Surya Internusa
Lt Dasar Jakarta 12950

7. Grand Melia Hotel

Jl. H. R. Rasuna Said Kav X-0, Hotel Grand Melia
Jakarta 12950

update: sudah tidak gratis, Rp 75.000 / 2 jam (trims Kukuh)

8. Millenia RatuPlaza

Jl Jenderal Sudirman
RatuPlaza eMall, 4th floor Jakarta
10220

9. Mall - Telkom
Teleshop

Mall Taman Anggrek Jakarta Barat

10. Harris Hotel
Tebet Jakarta

Jl. Dr Saharjo
191 Jakarta
Selatan

11. Jakarta Convention Center

Jl. Gatot Subroto Senayan Jakarta Selatan

12. Mojo Cafe

Mangga Dua Square Level 3, Next to Surya Cinema Jakarta kota

13. Cyber Cafe

Orion Dusit Lantai Dasar .
Jakarta Kota

14. Office - Istana Negara

Pers Room 1 President Office
Jakarta Pusat

15. Office - Telkom

Jl. Gatot Subroto Graha
Citra Caraka
Jakarta Pusat

16. Dunkin Donat Pusat

Jl. Hayam Wuruk dekat dengan Wisma Hayam Wuruk Jakarta Kota

17. Plaza Semanggi. Lantai 1 dan lantai 2
dan Food court area

Jl. Jendral Sudirman Jakarta Selatan

18. Oma Sendok

di jalan Empu Sendok No. 45, Senopati keb baru Jakarta Selatan.

19. Bakoel koffie,

Bellaggio, Mega Kuningan .

20. BizNet Cafe, Mega Kuningan

21. Delights cafe,

Jalan Kemang Raya ,
Kemang Jakarta Selatan.

22. Cafe Aksara Bookstore,

Kemang, Jakarta Selatan.

23. Restoran Hotel Grand Flora ,

Kemang, Jakarta Selatan.

24. Cafe Lokananta,

Panglima Polim Selatan , Jakarta Selatan.

25. BAKWAN ECETERA

Jl. Benda No. 89, Kemang - Jakarta Selatan,

26. Mal Pondok Indah II ,

mulai lantai paling bawah hingga ke lantai atas (foodcourt) khusus hari

kerja.

27. Depok Town Square (Foodcourt)

28. ZOE Cafe , Depok

29. Bakoel Koffe

Jl. Senopati , Belakang SCBD Jakarta Selatan

30. Prisma Sport Center [sering down]

Perum. Kedoya Permai Kebon Jeruk Jakarta Barat

31. Chiyyo cafe

sampingnya bakmi metropolitan, Casablanca

wifi gratis..makanan murah meriah (dari 5000 perak sampe 20 ribuan)

32. Di sandwich bakar - Jl. pangeran Antasari.

Have a nice surfing and free services.

sumber : lupa... ^_^

Puasa Sunah 2008

Berikut adalah jadual 'Puasa Sunnah' sesuai penanggalan Masehi. Tahun 2008.
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -------- -----------
1. Puasa tiap hari Senin dan Kamis.

2. Puasa 3 (tiga) hari setiap bulan - 'shaumul biidh' -
Yakni pada tanggal 13.14.15 - penanggalan Islam - (saat bulan purnama).
- 22, 23, 24 Januari 2008 / Muharram 1429 H
- 20, 21, 22 Februari 2008 / Shafar 1429 H
- 21, 22, 23 Maret 2008/ Rabi'ul Awwal 1429 H
- 20, 21, 22 April 2008/ Rabi'ul Akhir 1429 H
- 19, 20, 21 Mei 2008/ Jumadil Awwal 1429 H
- 17, 18, 19 Juni 2008/ Jumadil Akhir 1429 H
- 16, 17, 18 Juli 2008/ Rajab 1429 H
- 15, 16, 17 Agustus 2008/ Sya'ban 1429 H

Puasa Ramadhan 1429 H : 1 September 2008 - 30 September 2008.

- 13, 14, 15 Oktober 2008/ Syawwal 1429 H
- 11, 12, 13 November 2008/ Dzulqa'idah 1429 H
- 12, 13 Desember 2008/Dzulhijjah 1429H.

11 Desember 2008 bertepatan dengan hari tasyriq - 13 Dzulhijjah 1429 H.
Hari tasyriq tidak diperkenankan berpuasa.

3. Puasa 1/3 (sepertiga) bulan - Yakni di bulan Dzulhijjah.
Antara 11 Desember 2007 - 9 Januari 2008 / Dzulhijjah 1428 H
Antara 29 November 2008 - 28 Desember 2008/ Dzulhijjah 1429 H
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji.
Yakni : 7 Desember 2008/ 9 Dzulhijjah 1429 H

Tidak diperkenankan berpuasa :
Hari Idul Adha - 10 Dzulhijjah/ 8 Desember 2008
Hari tasyriq - 11, 12, 13 Dzulhijjah/ 9, 10, 11 Desember 2008/ Dzulhijjah 1429 H

4. Puasa bulan Muharram - 'Asyura' selama 3 (tiga) hari - tanggal 9,10,11 Muharram.
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 ( Tasu'a dan 'Asyura )
Yakni : 18, 19, dan 20 Januari 2008/ Muharram 1429 H.

5. Puasa pada sebagian bulan Sya'ban.
Antara 3 Agustus - 31 Agustus 2008.

6. Puasa 6 hari pada bulan Syawwal.
Antara 2 Oktober - 29 Oktober 2008.
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawwal - 1 Oktober 2008.

7. Puasa Daud - berpuasa berselang-seling.
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari.

Ringkasan - Referensi :
Fiqhus Sunnah Sayyid Sabiq
Tamamul Minnah, Muhammad Nashiruddin al-Albani
Al-Islam- Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Penanggalan Tahun 2008 - Penerbit Gema Insani.

Saturday, January 5, 2008